APLIKASI TEKNOLOGI GEOGRID BIAXIAL

Jual Geotextile Woven company kami Geoindogreen perlu menginformasikan apa apa saja APLIKASI TEKNOLOGI GEOGRID BIAXIAL dalam proyek

Jual Geotextile Woven

Tanah Lunak

Tanah lunak didefinisikan sebagai tanah lempung atau gambut dengan kuat geser kurang dari 25kN/m2, berdasarkan Panduan Geoteknik 1 No, Pt T-08-2001-B (DPU 2002a). Jika menggunakan korelasi AASHTO M288-06 (CBR = 30 Cu), maka nilai kuat geser ini setara dengan nilai CBR lapangan kurang dari 1 timbunan yang dibangun di atas tanah lunak memiliki kecenderungan untuk menyebar secara lateral akibat tekanan tanah horizontal yang bekerja di dalam timbunan.

Geogrid Biaxial adalah jenis salah satu jenis geogrid yang digunakan sebagai bahan stabilisasi atau perkuatan pada tanah dasar yang lunak, seperti pada daerah rawa, berlumpur dan gambut serta mencegah keruntuhan pada lereng.

Jual Geotextile Woven

Geogrid  Biaxial bekerja dengan cara melakukan kuncian pada agregat, fungsi dari kuncian tersebut adalah agar lapisan timbunan yang ada di atasnya lebih kuat dan keras dimana hal tersebut berakibat adanya distribusi beban yang merata, selain itu juga  berfungsi mengurangi pergeseran secara horisontal maupun vertikal pada tanah di bawahnya, hal ini dimaksudkan agar mencegah penurunan setempat (differential settlement) sehingga masa pengunaan lebih lama dan pemeliharaan lebih hemat. Berikut adalah langkah pengaplikasian geogrid biaxial.

1. Penyiapan Lahan

Proses ini terdiri dari pengukuran lahan, pembersihan seluruh pohon dan tanggul pohon sampai rata dengan permukaan tanah namun harus tetap menyisakan vegetasi penutun seperti rumput dan alang-alang.

2. Penggelaran/Penghamparan

Tempatkan geogrid biaxial dengan arah panjang (arah mesin/machine direction) tegak lurus terhadap arah memanjang timbunan dan jangan sampai terdapat lipatan pada geogrid.

3. Prosedur Penimbunan

3.1 Di Atas Tanah Sangat Lunak [CBR<2%]

  • Penimbunan dilakukan hingga mencapai ketebalan yang diinginkan, dengan menggunakan front-end loader atau excavator dan truk
  • Tahapan konstruksi untuk tanah dasar sangat lunak :

a. Gelar geogrid biaxial

b. Timbun tanah kuncian kiri-kanan [batasi maksimum 100cm di atas GEOGRID BIAXIAL untuk menghindari terjadinya keruntuhan daya dukung setempat, sebarkan gundukan tersebut untuk menghindari penurunan setempat]

c. Pertinggi kuncian kiri-kanan hingga menjadi tanggul yang tinggi

d. Isi timbunan di antara tanggul tinggi kiri-kanan tersebut

e. Ulang tanggul kiri-kanan di atas timbunan terdahulu

f. Ulang pengisian timbunan di antara tanggul kiri-kanan tersebut

  • Bila diperlukan adanya peralatan konstruksi (excavator, loader atau truk) di atas geogrid biaxial maka pertahankan tebal timbunan minimum 20 cm.
  • Setelah pembuatan kaki timbunan, maka hamparkan material timbunan di antara kaki berm timbunan. Penghamparan ini harus sejajar dan simteris terhadap alinyemen memanjang timbunan. Penghamparan dimulai dari tepi kaki timbunan hingga masuk ke bagian tengah agar membentuk huruf U (membentuk lengkung ke arah luar).
  • Untuk penimbunan lapis pertama, posisi alat berat harus sejajar dengan alinyemen memanjang timbunan. Alat tidak diperbolehkan untuk berbelok atau memutar arah. Alat berat harus dibatasi ukuran dan beratnya untuk membatasi alur-alur roda dari penghamparan pertama sebesar 75 mm. Jika terbentuk alur lebih dari 75 mm, maka kurangi ukuran/berat dari alat berat.
  • Lapis pertama hanya boleh dipadatkan dengan menekannya saja (tracking in place) menggunakan buldozer, loader atau excavator.
  • Setelah tinggi timbunan mencapi sekurang-kurangnya 60 cm di atas tanah asli, lapisan-lapisan berikutnya dapat dipadatkan dengan pemadat roda besi bergertar atau alat pemadat lain yang sesuai. Apabila terjadi pelunakan lokal akibat getaran maka matikan alat getarnya dan gunakan berat sendiri sebagai media pemadatan. Untuk timbunan tak berbutir dapat digunakan jenis alat pemadatan yang lain.

3.2 Di Atas Tanah Lunak Sedang [Cbr>2%]

Pada kondisi ketika lapisan lumpur tidak ditemukan dan tanahnya relatif agak lunak, lakukan langkah-langkah pemasangan berikut:

a. Tempatkan geogrid Biaxial tanpa lipatan atau kerutan, jika perlu tarik dengan tangan sampai rapi sebelum penghamparan bahan timbunan.

b. Hamparkan bahan timbunan dengan simetris, dari bagian tengah ke dalam luar hingga membentuk huruf U (membentuk lengkung ke arah dalam). Gunakan penghamparan tersebut untuk mempertahankan tarik pada geogrid Biaxial.

c. Batasi gundukan timbunan untuk menghindari terjadinya penurunan lokal.

d. Batasi ukuran dan berat dari alat berat agar alur roda pada penghamparan lapis pertama timbunan tidak lebih dari 75 mm.

e. Untuk penghamparan timbunan lapis pertama, sebaiknya digunakan pemadat roda besi atau pemadat roda karet untuk memadatkannya, tetapi jaga agar tidak dipadatan secara berlebihan. Apabila terjadi gelombang atau terjadi pelunakan setempat, penghamparan pertama sebaiknya dipadatkan dengan dorongan atau tracking alat berat.

f. Tekuk balik ujung geogrid sepanjang 200 cm.

4. Pengawasan Pemadatan

  • Padatkan timbunan dengan alat pemadat getar (vibro compactor) untuk material berbutir atau pemadat ban karet untuk material kohesif.
  • Lakukan pengawasan kadar air dan kepadatan material timbunan.
  • Pada saat penimbunan dan pemadatan hindari deformasi dan pergerakan Biaxial.
  • Bahan timbunan yang terdiri dari agregat kasar sebaiknya menggunakan spesifikasi relatif atau spesifikasi pemadatan khusus.
  • Lakukan tes kepadatan dengan menggunakan sand-cone test.